16 Agustus 2009

Terrorisku, Terrorismu, Terroris Kita Semua


Dalam sepekan ini seluruh media massa baik elektronik maupun media cetak lagi panas – panasnya memberitakan tentang terrorisme. Nggak pagi, siang , malam, sampai pagi lagi, salah satu isi berita pasti tentang terrorisme. Bahkan tadi siang sekitar jam 14.53 di Metro TV ada berita tentang Pesantren Deklarasi Terrorisme. Semua sekarang lagi serius bicara terrorisme (tapi warga Pontianak termasuk saya sendiri sekarang nggak terlalu heboh bicara terroris tapi lagi heboh bicara listrik yang mati tiap hari...pusiing).

Pemberitaan tentang terrorisme terkadang membuat saya jengah karena secara kasat mata selalu di imagekan dengan orang yang berjenggot, Islam – termasuklah mata pelajaran agama Islam –, Pesantren, pakaian gamis. Jika nggak percaya coba aja tanya sama masyarakat sekitar rumh kita. Bukannya saya mendukung terroris, bahkan saya termasuk orng yang nggak suka dengan cara – cara “terroris” mengaktualisasikan dirinya dengan mengebom sana – sini (kalau mau ngebom pergi aja ke Israel, disana halal tuh darah orang yahudinya).

Kalau orang berjenggot diidentikan dengan terroris berarti banyak dong yang jadi terroris. Orang bule, orang negara – negara arab, pemain band, bahkan sampai kambing juga bisa jadi terroris tuh. Nah, yang paling saya benci dan tidak akan saya maafkan adalah ketika orang – orang mengidentikkan terrorisme dengan ISLAM. Islam sangatlah mulia, dan tidak ada satupun dalam Al-Qur’an maupun hadits Rasululah saw., menganjurkan kita untuk menjadi terroris dengan membunuh orang – orang yang tidak bersalah. Tidak ada dan tidak akan pernah ada. Bahkan Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin, penuh dengan kasih sayang dan menghormati setiap individu sekalipun ia bukan seorang muslim.

Sekarang saya ingin bertanya kepada para pembaca yang budiman, menurut Anda terroris itu apa dan seperti apa? Apakah membunuh orang – orang yang tidak bersalah di Palestina oleh Israel laknatullah ataupun warga Irak oleh tentara Amerika tidak dikatakan sebagai terrorisme? Ataupun tindak kekerasan yang mengakibatkan rasa takut serta hilangnya nyawa orang lain tidak dikatakan sebagai tindakan terrorisme? Semua terserah penilaian Anda!

[+/-] Selengkapnya...

Britains Got Talent 2009


Buat para penggemar situs youtube mungkin pernah melihat potongan video dari acara Britains Got Talent 2009, sebuah acara kompetisi mencari bakat – bakat hebat dari dataran Britania Raya. Dari banyak klip yang saya lihat, ada beberapa yang mungkin bisa kita ambil manfaat dari mereka.

Pertama, Susan Boyle. Seorang perempuan berusia 47 tahun dengan penampilan yang biasa bahkan terkesan kocak sehingga kehadirannya pada audisi awalnya membuat para penonton serta 3 orang juri agak meremehkan dan beranggapan nih kayaknya cuma numpang lewat aja. Mungkin bagi kita yang awalnya menonton juga akan berfikiran sama. Namun, itu hanya sampai disitu saja. Semua akan terbalik 180 derajat ketika ia mulai melantunkan sebuah lagu. Sontak, semua penonton bahkan ketiga juri langsung takjub bahkan sampai memberikan tepuk tangan dengan berdiri (standing applause). Alhasil, melalui berbagai macam sesi, ia akhirnya menjadi juara 2 Britains Got Talent 2009.

Kedua, Andrew Johnston. Seorang bocah berusia 13 tahun, dengan kepercayaan diri yang rendah karena ia tidak disukai oleh teman – temannya diakibatkan oleh jenis lagu yang digandrunginya. Rasa PD yang rendah dapat terlihat jelas pada saat ia audisi. Namun ketika ditanya oleh salah seorang juri yaitu Simon Cowel, apa yang ia lakukan jika teman – temannya tidak menyukai lagu yang ia nyanyikan? Ia menjawab, terus bernyanyi. Masuk pada saatnya bernyanyi, ternyata ia memiliki suara yang sangat indah bahkan sampai membuat sebagian penonton dan juri amanda meneteskan air mata. Ia pun menyanyi dengan meneteskan air mata karena mengira orang juga tidak akan menyukai musiknya. Ketiga juri sepakat bahwa ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh teman – temannya yaitu suara yang indah dan ia bisa mengalahkan temen – temannya dengan suara dan nyanyiannya. Ia pun akhirnya terpilih sebagai juara ke – 3 Britains Got Talent 2009.

Cukup sampai disitu saja ceritanya, ntar kalo mau diceritain satu persatu bakalan panjang. Beranjak dari kisah diatas, sudah selayaknya kita bersyukur dengan potensi yang kita miliki walaupun terkadang ada sebagian orang lain melihat rendah diri kita. Setiap manusia telah diciptakan Allah dengan kelebihan dan potensinya masing – masing. Tinggal diri kita yang harus berusaha mengankat potensi dan kelebihan diri kita masing – masing. Ibaratnya mutiara yang berada dalam lumpur, walaupun orang melihat lumpur itu hina namun mutiara tetaplah mutiara yang tampak bersinar cemerlang dan berharga tinggi.

[+/-] Selengkapnya...

Jembatan Cinta Kapuas 2

Pasti romantis nich tulisan, judulnya aja jembatan cinta...wuuiiihh...cuit..cuit... Hmmm...jangan senang dulu bro, tulisan ini bukan buat romantisan – romantisan tapi buat introspeksi diri maupun aparat hukum dan pemerintahan.

Ada yang pernah lewat Jembatan Kapuas 2 yang letaknya di Kabupaten Kubu Raya khususnya waktu sore dan malam hari? Kalau sudah, apa yang terlihat oleh anda? Bagi yang belum, sedikit saya ceritakan, jika anda melewati jembatan itu maka berhati – hatilah karena disana banyak si manis dan si ganteng jembatan kapuas yang sedang memadu kasih dan sayang ataupun yang lagi nyari incaran gebetan baru. Dengan dandanan rapi serta penuh percaya diri mereka merasa dunia ini milik mereka berdua padahal di kanan dan kirinya ramai juga orang lain dengan aktivitas yang sama dengan mereka.

Lalu, kenap bisa dimasukkan dalam blog ini? Nah, itu dia pertanyaan yang bagus. Masalahnya, itu jembatan bukan buat dua-duaan alias pacaran tapi buat lalu lintas kendaraan. Belum lagi ditambah mereka markir kendaraannya disitu, nggak motor, nggak mobil, pokoknya saling pamer dech buat narik perhatian. Akibat yang ditimbulkan adalah dapat menyebabkan kecelakaan bagi kendaraan yag lewat mapun mereka yang nongkrong disana. Kalau nggak percaya coba aja jalan kesana khususnya sore sampai malam minggu. Dijamin dapat tontonan gratis dech.

Sudah pernah ada masyarakat yang melaporkan kondisi itu melalui media cetak (melalui jalur pemerintah saya nggak tahu) namun nggak terlalu ditangapi serius. Buktinya mereka masih enjoy tuh kongkow disana. Kalau aparat mau merazia mesti tiap hari selama sebulan jangan sekali - sekali aja, kalo mereka nggak bakalan kapok. Belum lagi di jembatan itu juga dijadikan tempat jualan mamang buah, waduh bahaya banget tuh. Serta lampu penerangan jalan yang kurang sehingga menjadi tempat yang rawan pencegatan dan perampasan serta perampokan yang disertai tindak kekerasan.
So, that’s the truth.

[+/-] Selengkapnya...

Traffic Light

Ini kesempatan pertama setelah hampir 2 bulan nggak entri tulisan, dan ide tulisan ini muncul sewaktu pulang dari kantor Trustco. OK, Let’s begin!

Kita semua pastinya sudah tahu tentang arti pada warna lampu lalu lintas. Bahkan sudah diajarkan sejak kita TK atau SD (yang ngak pernah diajarkan tolong acungkan jari ke atas) oleh guru PMP atau sekarang dikenal dengan nama PKN. Masih ingatkan??? Namun, yang diajarkan dahulu agak berbeda dengan yang sekarang yang dilakukan sehingga muncul arti baru pada setiap warna pada lampu traffic light.

Kalau dulu warna hijau artinya pengendara boleh jalan, kalau sekarang warna hijau artinya boleh jalan dan pencet klakson sekeras – kerasnya dan sesering – seringnya karea macet dan terlambat masuk sekolah, kerja, dan kuliah.

Kalau dulu warna kuning artinya pengendara harap berhati – hati dengan maksud agar kecepatan dikurangi karena sebentar lagi lampu merah menyala. Nah, kalau sekarang warna kuning artinya tambah kecepatan secepat – cepatnya biar nggak kena lampu merah, masa bodoh dengan hati – hati yang penting bisa lewat.

Kalau dulu warna merah artinya pengendara harap berhenti. Nah, sekarang warna merah artinya ini kesempatan terahir, makin tambah terus kecepatannya mumpung yang lain belum lewat karena masih merah lampunya, masa bodoh ama polisi yang sudah niup peluit dan ngasi kode berhenti, pokoknya kalau ada kesempatan terobos aja, mau nabrak orang atau mau ngadain selamatan kecelakaan di jalan sudah nggak dipikirkan, kalau bisa nerobos dan selamat senyum di bibir mengembang padahal sudah melakukan kejahatan. Cucian...dech...lho.

Begitulah yang setiap hari kita alami di jalan. Kesadaran akan keselamatan di jalan sudah nggak dipikirkan, yang penting sampai tujuan. Yang jadi pertanyaannya adalah tujuannya kemana? Ke kantor polisi, ke rumah sakit, atau ke kuburan? Andalah yang menentukan

[+/-] Selengkapnya...

11 Agustus 2009

Saatnya Berkarya Kembali !

Alhamdulillah, setelah sekian lama memperdalam ilmu akhirnya bisa kembali lagi untuk entri blog ini. Jazakumullah buat para pembaca yang budinam khususnya buat DHZ yang selalu memberikan spirit serta komen-komennya. Thanks a lot ukhti.

Sebelumnya saya minta maaf jika dalam penulisan blog ini ada yang menyinggung hati saudara sekalian. Apalagi ini mau Ramadhan alangkah baiknya kita meminta maaf pada orang yang kita zhalimi. Allahumma Bariklana Fii Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan...

Akhirnya... Saya Bisa Berkarya Kembali

[+/-] Selengkapnya...

29 Juni 2009

Nostalgia Kampung Kapur


Kampung Kapur...mungkin terdengar asing di telinga para pembaca blog ini. Atau mengira ini hanya sebuah rekayasa. Nggak juga, karena nama dan kampung tersebut benar – benar ada. Letaknya di kota Pontianak, lebih tepatnya di kelurahan Banjar Serasan kecamatan Pontianak Timur. Masih belum tahu lagi? Nih, clue terakhirnya...kampung kapur adalah tempat tinggal saya sekarang. Oooo.....bulat. Ada sesuatu yang menarik yang ingin saya bagikan kepada para pembaca blog terkait Kampung Kapur.

Ini saye dapat dari cerite orang tue dolok – dolok (maaf, saya sengaja menggunakan bahasa melayu dan bahasa indonesia) kalau Kampung Kapur dulunya termasuk salah satu kampung yang cukup terkenal bukan hanya di Kota Pontianak tapi juga kota lainnya di Kalimantan Barat. Kate Datok ngan Uwan (maksudnya kakek dan nenek) kalau Kampung Kapur dulunya banyak melahirkan Qori’ dan Qori’ah tingkat nasional dan internasional. Selain itu juga banyak dikenal karena tarhimnya yang merdu sebelum dikumandangkannya adzan. Bukan cuma itu saja, kalau kita jalan – jalan di malam hari dan melewati rumah penduduk maka akan sering kita dengar adalah bacaan Al-Qur’an yang dilantunkan para penghuni rumah, dan tidak ada satu rumah pun yang terdengar bacaan Qur’annya...Subhanallah...

Lain padang lain ilalang, lain dulu lain sekarang... sekarang ini zaman globalisasi dan modernisasi kate anak mude jaman sekarang. Itulah die, saking global dan modernnya zaman, mereka sampai lupa kalau tak bise ngaji, kalaupun bise pastilah terbata – bata (malulah same anak TPA...mane mungkin...urat malu dah putus...). Jangankan untuk membaca, nyentuh Qur’an pun jarang. Bahkan Al-Qur’an penuh debu karena lama tak dipegang, paling banter bulan ramadhan baru megang, itupun kalau hatinye tergerak nak megang. Justru yang sering dipegang dan dibacenye cuma majalah bola, lihat prediksi, langsung pasang taruhan...bejudi bola jak kerjenye (perlu diingat para pembaca blog yang budiman, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, gemar menanam, suka menyapa, dan tidak rendah diri, bahwa gambaran ini hanya sebagian kecil bukan keseluruhan pemuda dan masyarakat, cuma oknum saja)

Ada lagi yang suka dipegang dan dimainkan mereka. Ada yang tahu? Yup, anda salah. Yang benar adalah mereka suka megang dan mainkan kelayang alias layangan. Saking kuatnye maen kelayang sampai lupa hari dah lepas maghrib, makenye dapat julukan Antu Kelayang (maksudnya hantu layangan). Udah gitu maen kelayangnye pake kawat dari rem sepeda yang dirajut sedemikian rupa sehingga bisa melilit tali layangan yang putus bahkan bisee nancap ke leher orang lain yang sedang berjalan. Selain itu ada juga yang pake gelasan yang terbuat dari tali yang dibalut dengan serbuk kaca, selain tajam juga bagus untuk memutuskan leher pengendara sepeda motor yang sedang melaju. Makanya wajar jika sekarang pemerintah merazia para pemain layangan. Kalau dah melihat satpol pp mereka pada lari tunggang langgang, kelayangnye diputuskan talinye dan ade pula yang ngikat tali kelayangnye ke pohon. Makenye Satpol PP bingung... kelayang masih berkibar di atas tapi yang mainnye tak ade... pandai benar mereka ngakalkan tukang razia.

Kalau dulu, banyak pemuda yang ngumpul di masjid belajar agama Islam dengan seorang guru. Nah, sekarang pun masih sama, masih ada pemuda yang ngumpul di masjid sekedar berdiskusi tentang agama maupun mempelajarinya, tapi jumlahnya sedikit sekali. Yang banyak adalah pemuda usia 50-an keatas yang ada di masjid itu. Yang lainnya pada kemana nih? Oooo.... mereka ndak jauh kok, mereka suka ngumpul di depan gang atau warung – warung kopi. Omongannye pun tak jauh dari 5 LAH yaitu cewek LAH, bola LAH, ini LAH, itu LAH, dan entah yang mane-mane LAH. Kalau nak ngomongkan yang berbau agama sikit jak...hmmm...dah pasti kite kena panggil pak ustadz atau bau surge (untung bukan bau nerake...na’udzubillah) dan lain sebagainye.

Astaghfirullah... ngape banyak ngomong yang buruk – buruk jak ni...bukan maksudnye nak menjelek-jelekkan tapi moga menjadi pelajaran kedepannye buat para generasi muda. Makanya kita harus menjadi pelopor terdepan kebangkitan Islam berbasis pada wilayah tempat tinggal kita. Yuuk..kita hidupkan kampung kita dengan menjadikan rumah kita sebagai rumah Qur’an, rumah yang selalu terdengar bacaan ayat suci Al-Qur’an.

Wallahu’alam.

[+/-] Selengkapnya...

19 Juni 2009

Horeeee.....Aku Lulus.....


Ada yang tahu lagunya Camelia Malik yang berjudul Colak Colek? Kalau nggak tahu nggak apa-apa, tapi kalau tahu ada lirik sederhana nih dibawah ini. Coba deh nyanyiin.
Corat – coret, corat – coret. Hobi anak sekarang...
Corat – coret, corat – coret. Kalau lulus ujian...
Ramai – ramai konvoi di jalan. Klakson pun dinyaringkan...
Bikin yang lain jantungan.Bahkan ada yang tabrakan...

Waktu hari selasa atau rabu kemaren (waduh lupa padahal masih muda nih) para remaja Indonesia dideteksi terserang penyakit aneh dengan gejala jantung berdegup kencang, berdebar – debar, kadang keluar keringat dingin, gelisah, mirip orang linglung. Ternyata setelah didiagnosa mereka terserang penyakit “pengumuman kelulusan UAN” yang sedang mewabah seantero Indonesia (lebih hebat dari flu burung dan flu babi...tapi masih saingan dengan flu KCB).

Setelah diberikan obat penawarnya berupa sebuah amplop yang berisi resep pengobatannya, ternyata beragam reaksi yang terjadi. Ada yang menangis histeris lalu pingsan, sadar lalu nangis lagi pingsan lagi seolah – olah dunia mau kiamat dan tidak ada harapan lagi. Mereka berfikir bahwa masa depannya sudah hancur berkeping – keping seperti kerupuk yang diremas pakai tangan. Namun masih ada juga mereka yang masih tegar dan berharap bahwa kedepan ia akan bisa lebih baik.

Ada yang bersuka cita seperti orang gila dengan tatanan rambut dan wajah yang diwarnai (padahal bukan lagi nonton sepakbola tuh), baju putih abu – abunya berubah menjadi warna pelangi me-ji-ku-hi-bi-ni-u, selain itu juga penuh tanda tangan ala selebritis papan peti mayat (bukan papan atas Indonesia ya...apalagi Bollywood dan Hollywood). Nggak cukup sampai disitu, mereka pun berlagak seperti Valentino Rossi yang baru saja menjuarai sebuah balapan motor. Nggak pakai helm, teriak- teriak seperti orang baru keluar dari hutan, knalpot dibuat seperti sound system konser Band Jamrud, klakson pun tak henti – hentinya dibunyikan seperti kena macet di Jakarta.

Ada juga yang menerima resep dengan respon yang agak cool. Ketika amplop dibuka ... wes tak kuweswes ... bibir kanan dan kirinya tertarik 2,5 cm kebelakang, senyumpun merekah seperti bunga yang baru saja mekar. Mau melompat tapi agak jaim, namun yang pasti dari mulut mereka keluar kata – kata penyejuk jiwa sambil sujud syukur “Alhamdulillah yaa Allah, Alhamdulillah saya lulus, Alhamdulillah....” dan mereka langsung mengambil air wudhu dan shalat 2 rakaat.

Teman, begitulah beragam reaksi generasi muda dalam menyikapi kelulusan ujian. Ada yang nangis histeri karena tidak lulus, ada yang corat-coret hingga konvoi, dan ada pula yang langsung menuju Rabbnya. Itu hanya sebagian kecil dari ujian yang Allah berikan untuk kita bersikap dan bertindak. Seandainya mereka mau berfikir positif maka sesungguhnya ada kebaikan yang Allah berikan kepada mereka.
Daripada menangis histeris terus – terusan (menangis sih boleh – boleh aja) seperti kita tidak terima dengan hasil jerih payah kita, alangkah lebih baik kita berfikir positif pada Allah. Mungkin kita belum maksimal belajarnya, atau kita diminta memperdalam ilmu, atau Allah ingin menjadikan diri kita sebagai sosok yang tegar dan sabar ketika ujian menimpa.

Daripada baju dicorat – coret dan konvoi di jalan, alangkah lebih baiknya baju yang masih layak pakai dikumpulkan jadi satu kemudian kita sedekahkan bagi anak – anak kurang mampu yang ketika sekolah bajunya hampir “you can see” alias sudah tipis banget. Itu akan jadi amal jariyah tuh.

Dan pastinya ketika kita mendapatkan kesuksesan jangan pernah melupakan Allah. Bersyukurlah padaNya atas hasil yang diraih. Sebagaimana lagunya Opick feat Amanda :
“Bersyukur kepada Allah...Bersyukur sepanjang waktu...”
“Setiap nafasku, seluruh hidupku... Semoga diberkahi Allah...”

Wallahu’alam

[+/-] Selengkapnya...